Marie Curie
adalah perempuan berdarah Polandia yang lahir di Warsawa tanggal 7 November
1867. Ia adah satu – satunya perempuan yang memenangi hadiah nobel dua kali. Dua
hadiah nobe itu didapatkanya dari dua kategori yang berbeda. Yang pertama pada
bidang fisika tahun 1903, dan yang kedua pada bidang kimia tahun 1911.
Sebagai
keturunan asli Polandia sangat sulit bagi Marie unutk menempuh jenjang
perguruan tinggi karena dimasa itu seorang perempuan tidak diperbolehkan
mengenyam pendidikan. Apalagi saat itu Polandia sedang dikuasai oleh kekaisaran
Rusia, sehingga pendidikan bagi orang Polandia sangat dibatasi. Walau keadaan
tak memungkinkan untuk menempuh jenjang perkuliahan, Marie menempuh jalan lain,
secara diam – diam bergabung dengan rekan – rekanya di Floating University.
Gerakan tersebut merupakan gerakan ilegal, tapi disanalah kaum Polandia saling
mengajar segala pengetahuan yang dimiliki mereka. Namun ilmu yang didapat dari
Floating University jahu dairi memadai.
Marie
pun menunggu hingga tabunganya cukup untuk menyusul kakaknya berkuliah di Sorbonne,
Paris, Prancis. Ia bercita – cita menjadi guru dan kembali ke Polandia untuk
mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan.
Namun
pada akhirnya Marie tidak kembali ke Polandia, karena pada tahun 1985 ia
menikah dengan Pierre Curie yang berkebangsaan Prancis. Meski telah tinggal dan
menetap di Prancis keadaan tidak berubah menjadi lebih baik. Keterbatasan masih
ditemui dalam bentuk dana maupun fasilitas. Namun Marie tidak mundur ia terus
mangabdikan dirinya bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Dan dengan segala upaya
Marie yang tak kenal putus asa akhirnya membuahkan hasil. Marie berhasil
mendapatkan deskripsi mengenai kandungan yang saat itu belum dikenal, yaitu
radioaktif. Radiasi radioaktif sebenarnya amat berbahaya, sehingga kesehatan
Marie dan Pierre iktu terkena imbas. Namun, akhirnya Pierre meninggal bukan
karena radiasi,melainkan karena kecelakaan pada tahun 1906.
Karena
suaminya meningal Marie membesarkan anaknya seorang diri. Dia juga mengajar di
Sorbonne University menggantikan suaminya. Sepeninggal Pierre Marie menghadai
banyak kesulitan, karena saat itu Prancis bukanlah negara yang ramah terhadap
kaum pendatang. Saat itu situasi sosial-politik Prancis berpengaruh terhadap
dunia sains. Untungnya di saat itu teman - teman Marie datang membantu, mereka menyediakan
tempat tinggal danp erlindungan bagi Marie dna kedua anaknya. Merea juga
mencarikan pembelaan hukum untuknya, hingga akhirnya masalah itu terselesaikan.Seorang
teman pula yang membantu Marie menggalang dana dan pengadaan radium untuk
kegiatan penelitian di laboratorium yang dipimpinya.
Saat
Marie dan Pierre menemukan radium mereka sama sekali tidak berminat mengambil
hak paten untuk pengolahanya, sehingga saat itu industri radium justru maju
pesat di Amerika Serikat.
Marie
Curie akhirnya meniggal pada tahun 1934, akibat leukimia. Tetapi ia masih
sempat manyaksikan Irene, putri pertamanya juga meraih hadiah nobel dibidang
kimia untuk penemuan radiaktif buatan, yang dilakukan bersama suaminya.
04.12
Unknown
Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar