Minggu, 07 Oktober 2012

MARIE CURIE



Marie Curie adalah perempuan berdarah Polandia yang lahir di Warsawa tanggal 7 November 1867. Ia adah satu – satunya perempuan yang memenangi hadiah nobel dua kali. Dua hadiah nobe itu didapatkanya dari dua kategori yang berbeda. Yang pertama pada bidang fisika tahun 1903, dan yang kedua pada bidang kimia tahun 1911.
Sebagai keturunan asli Polandia sangat sulit bagi Marie unutk menempuh jenjang perguruan tinggi karena dimasa itu seorang perempuan tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan. Apalagi saat itu Polandia sedang dikuasai oleh kekaisaran Rusia, sehingga pendidikan bagi orang Polandia sangat dibatasi. Walau keadaan tak memungkinkan untuk menempuh jenjang perkuliahan, Marie menempuh jalan lain, secara diam – diam bergabung dengan rekan – rekanya di Floating University. Gerakan tersebut merupakan gerakan ilegal, tapi disanalah kaum Polandia saling mengajar segala pengetahuan yang dimiliki mereka. Namun ilmu yang didapat dari Floating University jahu dairi memadai.
                Marie pun menunggu hingga tabunganya cukup untuk menyusul kakaknya berkuliah di Sorbonne, Paris, Prancis. Ia bercita – cita menjadi guru dan kembali ke Polandia untuk mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan.
                Namun pada akhirnya Marie tidak kembali ke Polandia, karena pada tahun 1985 ia menikah dengan Pierre Curie yang berkebangsaan Prancis. Meski telah tinggal dan menetap di Prancis keadaan tidak berubah menjadi lebih baik. Keterbatasan masih ditemui dalam bentuk dana maupun fasilitas. Namun Marie tidak mundur ia terus mangabdikan dirinya bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Dan dengan segala upaya Marie yang tak kenal putus asa akhirnya membuahkan hasil. Marie berhasil mendapatkan deskripsi mengenai kandungan yang saat itu belum dikenal, yaitu radioaktif. Radiasi radioaktif sebenarnya amat berbahaya, sehingga kesehatan Marie dan Pierre iktu terkena imbas. Namun, akhirnya Pierre meninggal bukan karena radiasi,melainkan karena kecelakaan pada tahun 1906.
                Karena suaminya meningal Marie membesarkan anaknya seorang diri. Dia juga mengajar di Sorbonne University menggantikan suaminya. Sepeninggal Pierre Marie menghadai banyak kesulitan, karena saat itu Prancis bukanlah negara yang ramah terhadap kaum pendatang. Saat itu situasi sosial-politik Prancis berpengaruh terhadap dunia sains. Untungnya di saat itu teman - teman  Marie datang membantu, mereka menyediakan tempat tinggal danp erlindungan bagi Marie dna kedua anaknya. Merea juga mencarikan pembelaan hukum untuknya, hingga akhirnya masalah itu terselesaikan.Seorang teman pula yang membantu Marie menggalang dana dan pengadaan radium untuk kegiatan penelitian di laboratorium yang dipimpinya.
                Saat Marie dan Pierre menemukan radium mereka sama sekali tidak berminat mengambil hak paten untuk pengolahanya, sehingga saat itu industri radium justru maju pesat di Amerika Serikat.
                Marie Curie akhirnya meniggal pada tahun 1934, akibat leukimia. Tetapi ia masih sempat manyaksikan Irene, putri pertamanya juga meraih hadiah nobel dibidang kimia untuk penemuan radiaktif buatan, yang dilakukan bersama suaminya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan