Joanne
Kathleen Rowling telah bercita – cita menjadi pengarang sejak ia masih kecil.
Ornag tuanya gemar membaca, dna rumah mereka di Chepstow selalu penuh buku.
Rowling menulis buku pertamanya pad ausia enam tahun, tokohnya adalah seekor
kelinci yang bernama Rabbit.
Ide
cerita Harry Potter muncul begitu saja dalam benaknya tahun 1990 waktu ia naik
kereta api dari Manchester ke London. Saat tiba di Stasiun King’s Cross, sosok
penyihir cilik yang kurus kering, berambut hitam, dan berkacamata itu telah
tergambar jelas di depan matanya. Tokoh – tokoh pendukung lainpun telah
terbayang dalam imajinasinya. Salam lima tahun berikutnya ia menyusun kerangka
setiap buku sambil menulis buku pertamanya, Harry
Potter and the Philosopher’s Stone. Naskah itu ditolak mentah – mentah oleh
agen pertama yang dihubunginya. Tapi agen kedua melihat potensi naskah itu dan
setuju untuk mencarikan penerbit baginya. Setahun emudian barulah sang agen
menemukan penerbit ynag bersedia memberikan kesempatan pada J. K. Rowling, dan Harry Potter and the Philosopher’s Stone pun
terbit pada tahun 1997.
Seri yang
awalnya diragukan itu ternyata sukses besar. Ketujuh buku Harry Potter
menduduki tempat teratas didaftar – daftar bestseller dan memenangkan banyak
penghargaan. Seri itu telah diterjemahkan ke dalam 65 bahasa dan terjual lebih
dari 350 juta eksemplar.
HARRY
POTTER AND THE PHILOSOPHER’S STONE
HARRY
POTTER AND THE CHAMBER OF SECRET
HARRY
POTTER AND THE PRISONER OF AZKABAN
HARRY
POTTER AND THE GOBLET OF FIRE
HARRY
POTTER AND TH ORDER OF THE PHOENIX
HARRY
POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE
HARRY
POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS